Cerita Momen Masa Kecil Favorit: Liburan ke Puncak

Lanjutan dari tantangan menulis 15 hari, alias 15 Day Writing Challenge kali ini soal momen favorit masa kecil. 

Kalau ada kumpul-kumpul keluarga saya mainnya juga dengan sepupu yang juga bungsu. Saya justru paling tua diantara mereka. Jadinya saya justru yang suka ajak main ini itu.

Tapi beda dengan waktu saya dan keluarga liburan ke Puncak dengan keluarga saudara dan teman Ibu saya. Kira-kira umur saya masih SD. Tempatnya  di semacam komplek villa yang berbukit-bukit kecil dengan rumput hijau (waktu kecil rasanya indah banget). Nggak cuma sekali liburan wiken ke Puncak waktu kecil, ada beberapa kali dan memorinya hangat dan nyenengin. Saya suka pemandangan, rumahnya dan bunga-bunganya cantik banget.

Saya lupa kenapa sepupu-sepupu bungsu lain nggak ada di ingatan saya di kala liburan itu. Kalau nggak salah, sepupu bungsu saya lebih milih nempel sama Ibunya ketimbang ‘berkelana’ dengan saya, jadi saya sempet kecewa banget. Udah mikir bakal bete di wiken itu.

Akhirnya saya justru ngumpul bareng saudara jauh yang sepantar. Saya nggak kenal mereka sebelumnya. Karena sepantaran itu, tau-tau kita jadi bentuk geng sendiri khusus di acara itu. Sementara orangtua ngobrol-ngobrol ngumpul.

Karena saya ini pemalu dan kalaupun kumpul sama teman, cuma teman sebangku atau 1-2 orang, masuk geng macam ini “berarti” banget. Apalagi geng saya ini kelihatannya ‘vokal’ banget dan gampang akrab dengan siapa saja. Mereka cukup asik mengajak saya main. 

Main apa aja lupa, kalau nggak salah naik kuda bersama-sama. Saya ingat sampai bohong sama Papa saya minta duit untuk naik kuda, bilangnya mau makan bakso (kalau dipikir-pikir aneh juga kejadian ini). 

Saya jarang banget minta duit frontal sama Papa saya seperti itu. Karena pingiiin banget naik kuda sampai begitu. Papa saya kelihatan santai saja, cuma nggak biasa lihat saya begitu excited. Ternyata dia lihat saya naik kuda juga dari kejauhan dan nggak marah saya bohong. 

Maklum, dulu Mama saya galak jadi saking takutnya nggak dibolehin naik kuda saya sampai bohong. Cuma, saya lupa ternyata Papa saya lebih santai. Saya lega Papa saya nggak marah dan malah geli lihat saya sampai begitu. 

Siapa saudara-saudara jauh saya itu, saya udah nggak kontak lagi. Mungkin saya pernah ketemu mereka lagi, mungkin nggak.

Sampai sekarang, kalau mimpi suka tiba-tiba saya ada di salah satu villa Puncak itu, sekelebat aja. Momen masa kecil ini mungkin yang paling indah di masa kecil saya.

Advertisements

2 responses to “Cerita Momen Masa Kecil Favorit: Liburan ke Puncak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s