Kreatif, Ini 10 Kreasi Olahan Kurma Yang Bisa Dicoba Untuk Makanan Berbuka Puasa

9 kreasi olahan kurma untuk berbuka puasa

Wah, sudah masuk bulan puasa, nih. Pastinya ibu-ibu sudah bersiap setiap hari memikirkan menu harian, mau masak apa untuk berbuka puasa atau punya stok makanan penambah stamina. Biasanya ada resep favorit di setiap keluarga. Tapi sudah pasti buah kurma jadi pilihan di bulan puasa.

Bicara tentang makanan khas bulan puasa yang juga berguna untuk daya tahan tubuh kita, nggak aneh kalau kurma tercetus di kepala. Buah yang merupakan favorit Rasulullah ini kaya nutrisi dan kandungannya kebanyakan karbohidrat (terutama gula, seperti sukrosa dan fruktosa).

Kalau ngomongin kurma, saya selalu teringat almarhum Bapak saya yang doyan banget makan kurma tiap buka puasa. Nggak cuma buat berbuka puasa sih, kadang buat cemilan aja. Lahap sekali makannya hingga cepat habis. Dulu saya bingung kenapa ayah saya doyan banget. Namanya juga masih kecil, melihat penampilan buah kurma nggak begitu tergugah ya. Maklum, warnanya yang gelap kalah kinclong dibanding makanan gula atau snack lain yang bentuknya lebih menarik. Sejak lama saya cuma melihat Bapak saya suka makan, akhirnya saya mencoba sendiri. Ternyata kurma itu enak banget. Nggak cuma dari rasa, kegunaannya banyak sekali untuk tubuh. Dan yang paling saya suka, dia awet disimpan di suhu ruangan.

Sejujurnya, kalau bisa saya kepingin selalu punya stok kurma di rumah. Nggak merasa bersalah untuk dimakan kapan saja karena manis tapi sehat dikonsumsi.

Kabarnya, buah berwarna kecoklatan yang asalnya dari Timur ini awalnya dikonsumsi para musafir ketika berdagang. Rasanya yang manis dan awet menjadikan kurma layak dijadikan makanan dalam perjalanan untuk menambah energi.

Selain itu, ini beberapa khasiat Kurma menurut Hellosehat.com :

  • Membersihkan racun di tubuh
  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Mencegah anemia
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mencegah resiko diabetes
  • Menangkal radikal bebas
  • Menjaga kesehatan otak
  • Membantu mencukupi kebutuhan cairan
  • Melancarkan persalinan

Diantara berbagai jenis kurma, yang paling populer adalah kurma Ajwa dan Medjool. Kurma Ajwa dikatakan sebagai kurma favorit Nabi, teksturnya lembut dan kering juga rasanya sangat manis. Sedangkan kurma Medjool rasanya kaya, lezat, manis dan teksturnya berserat. Bagus dikonsumsi saat segar dan biasanya matang di awal musim. Selain jenis Ajwa dan Medjool, ada kurma Safawi, Thoory, Khudri, Halawy, Deglet Noor, Dayri Ambera dan Barhi.

Baca Juga : 10 Sajian Dingin Berbuka Puasa

Ketika sudah menikah dan melihat resep-resep dr. Zaidul Akbar, ternyata kurma bagus sekali dikonsumsi pagi hari sebagai sarapan. Iya, 7 butir kurma dianggap lebih menyehatkan dibandingkan mengkonsumsi makanan berat seperti bubur ayam. Saya sendiri sih ketika mencoba, nggak bisa kebanyakan makan hingga 7 butir, entah apa jenis kurma yang saya makan manis sekali atau memang perut saya nggak mau. Namun harus saya akui, rasanya lebih enak beraktivitas memakan beberapa butir kurma di pagi hari dibandingkan makan berat sebagai sarapan.

Ternyata ibu-ibu, ada banyak cara menikmati kurma selain dari langsung dimakan. Mungkin ada yang ingin coba resep baru atau mau habiskan stok kurma, bisa dilirik resep-resep dibawah ini. Saya menemukan ada 10 kreasi olahan kurma di Instagram. Ini dia:

Continue reading

5 Film Layak Tonton Tentang Perasaan Terisolasi

Di masa harus stay at home atau work from home karena mencegah pandemi Corona, bisa membuat diri merasa jenuh dan bosan, bahkan jadi merasa terisolasi. Segala rutinitas harus dilakukan di dalam rumah atau ruang yang itu-itu saja. Mungkin kita sudah melakukan segala upaya agar kebosanan pergi. Tapi sayangnya, demi melindungi diri dan orang-orang lain agar terhindar dari virus Corona, hal ini harus dilakukan. Setidaknya sampai wabah ini pergi, segera Insya Allah.

Daripada meratapi diri atau merasa down karena harus mengisolasi diri di rumah, mungkin kita bisa melihat bagaimana karakter-karakter film menghadapi situasi yang mirip. Setidaknya ada 5 film yang menurut saya layak ditonton mengenai perasaan terisolasi :

The Truman Show (1998)

Film yang bercerita tentang kehidupan sempurna Truman Burbank (Jim Carrey) ternyata hanyalah kehidupan yang diatur demi jadi tontonan sebuah reality show. Truman kemudian merasa terjebak dalam kehidupannya sendiri.

Menurut saya film ini sangat menyindir kehidupan publik figur atau aktris dan aktor yang sederet kejadian dalam kehidupannya tidak benar-benar nyata alias telah di-setting agar layak konsumsi orang banyak, atau agar populer. Pada suatu titik, si publik figur akan merasa terjebak atau kesepian dalam kebahagiaan yang semu.

The Diving Bell and The Butterfly (2007)

Berdasarkan memoar Jean-Dominique Bauby, editor majalah Elle, dengan nama yang sama, film ini menceritakan tentang kehidupan Bauby setelah mengalami stroke besar yang membuatnya mengalami kondisi yang dikenal sebagai sindrom terkunci, dimana membuat seluruh tubuhnya lumpuh. 

Film yang menurut saya menginspirasi karena di kondisi badan lumpuh, Jean-Dominique perlahan-lahan berusaha menata dirinya dan hidupnya, memperbaiki karakternya sembari menulis memoar dalam peristirahatannya.

Penelope (2007)

Kisah seorang gadis muda bernama Penelope (Christina Ricci) yang terisolasi di rumah besarnya karena rupanya (tepatnya hidungnya aja sih) yang mirip seekor babi. Agar kutukan di rupanya hilang, orangtuanya mengupayakan Penelope ‘berkenalan’ dengan pria-pria.

Meskipun ada beberapa kekurangan dalam setting cerita, film Penelope punya makna yang cukup dalam tentang menerima dan mencintai diri sendiri.

127 Hours (2009)

Diangkat dari kisah nyata yang bercerita tentang seorang pendaki gunung, Aron Ralston (James Franco) yang terjebak dalam tebing selama 127 jam sebelum ia akhirnya diselamatkan.

Dari cerita dalam film, Aron terkesan sangat terfokus pada kegiatan mendakinya sehingga mengacuhkan hubungannya dengan orang lain, juga aspek lain dalam kehidupannya. Namun yang jadi sorotan di film ini adalah di titik klimaksnya. Aron melakukan hal ekstrim yang orang biasa tak mungkin lakukan demi keselamatan dirinya. Pastinya adegan ini akan membuat setiap yang menonton selalu teringat film ini.

Room (2015)

Berdasarkan novel berjudul sama, Room bercerita tentang kehidupan ibu (Brie Larson) dan anaknya yang disekap dalam rumah kecil. Si Ibu diculik lalu memiliki anak dari si penyekap. Akhirnya Ibu merencanakan melarikan diri dari penyekapan tersebut dengan mengandalkan anaknya.

Saat menonton ini saya tengah hamil, jadi mungkin jiwa keibuan saya sedikit terusik melihat kehidupan ibu dan anak yang tertekan tersebut. Brie Larson sendiri membawakan peran ibu dengan sangat alami hingga langsung membawanya menyabet penghargaan Oscar. Bagaimanapun jeleknya orangtua, anak tetap lahir dalam keadaan bersih lahir batin tanpa tahu apa-apa.

Itulah 5 film layak tonton tentang perasaan terisolasi. Ternyata setiap karakter punya pembelajaran dari kisahnya sendiri, dibalik hidup yang terisolasi.

Apa ada yang sudah ditonton? Bagaimana pendapat ibu-ibu?

Tentang Menulis ODOP dan Manfaat Ikut Komunitas Blogging di Dunia Maya

Photo by Pixabay on Pexels.com


Wow, nggak terasa bulan Maret tinggal 10 hari lagi. Maret tahun ini terasa lebih ‘hidup’, diluar mulai merebaknya virus Corona di dunia dan paranoia-nya.

Kenapa lebih ‘hidup’? Bulan ini saya jadi yes-woman dalam hal menulis. Saya ikut berbagai grup facebook seperti Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), Grup Social Walking-Blogwalking-nya dan Kelas Nulis Gratisnya, Ikut One Day One Post dari Estrilook Community dan Blogwalking mingguannya, dan terakhir juga ikut grup KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) yang mencatat jumlah tulisan kita per bulan.

Semua saya lakukan sekaligus sambil jadi ibu rumah tangga, penulis konten lepas dan berjualan online. Kalau ditanya bagaimana bisa melakukan semuanya, saya serahkan pada Yang Maha Kuasa. Yang jelas saya nggak mau membatasi diri terlalu awal, takutnya malah mem-mandeg-kan kemampuan diri.

Baca Juga: Ikutan One Day One Post dan Rencana Blogging Bulan Maret 2020

Mungkin karena mulai aktif blogging, saya terpilih jadi momblogger aktif di salah hari Senin awal Maret ini. Terpilih sebagai akun #monday2follow dari akun twitter komunitas Blogger Crony, yang Alhamdulillah jadi banyak teman Twitter baru. Akun twitter saya soalnya sebelumnya jarang dipakai.

Wah, saya nggak tahu harus bilang apa. Awal Maret saya ngerasa melakukan ini cuma ambil kesempatan aja. Bermodal keinginan blogging lagi setelah beberapa tahun vakum. Mungkin ini pertanda dikasih restu oleh Yang Maha Kuasa. Tapi saya juga nggak mau keburu senang, karena pengennya konsisten ya. Sementara sekarang masih tahap baru mulai lagi.

Kenapa dulu saya mandeg nulis, karena saya belum ikutan grup-grup menulis online seperti ini. Ternyata ikutan grup menulis ini bisa memotivasi menulis, walau sedang padat kegiatan atau mager. Dulu pandangan saya, untuk berkomunitas mesti datang ke event-event blogging (walau itu juga benar). Ternyata bisa juga bersilaturahmi lewat dunia maya. Alhamdulillah-nya lagi, saya nggak perlu keluar rumah. Di tengah wabah virus ini, aktivitas ini malah makin oke karena pas banget dikerjakan di rumah. Bisa secara instan membuat saya energized lagi di kala jenuh.

Baca Juga: Perjalanan Blogging : Dari Blogger Foto, Blogger Film Hingga Parenting

Jadi bisa ‘melihat’ sosok-sosok blogger lain yang ilmunya ‘tinggi’, ada yang juga nulis buku, mengajar calon penulis dan kelas lain, membaca tulisan-tulisan lain yang menyegarkan otak dan jadi memperluas networking. Tentunya blog kita semakin banyak dikunjungi dan semakin dikenal. Benefitnya banyak banget.

Menjelang akhir bulan, sebenarnya saya juga harus mengejar deadline menulis konten. Entah bagaimana caranya harus jalan ODOP-nya juga. Semoga saya bisa menyelesaikan 10 artikel terakhir bulan ini. Bukan kompetisi dengan blog lain, tapi kompetisi dengan diri sendiri. Mengalahkan suara dalam batin yang bilang ‘kayanya nggak mungkin’.

Oh iya, karena ODOP lahir juga beberapa kategori seri blogging di Sunglow Mama seperti Aplikasi Handphone, Canva, dan Seri Syar’i. Saya juga beberapa kali menulis tentang Virus Corona.

Harapan Blogging di Tahun 2020

Harapannya tentu ingin konsisten blogging dengan tulisan yang memuaskan batin juga bermanfaat. Saya juga kepingin ikut kelas menulis berbayar. Kenapa berbayar, biar lebih terpecut belajarnya. Karena selama ini menulis terjun bebas aja, tapi belum belajar. Inginnya juga bisa ikut lomba blogging, menang nggaknya nggak tahu, try the best saja dulu. Salah satu pelajaran menulis yang saya baru dapat, menulis dulu, penghargaannya belakangan.

Nah, begitulah celotehan saya tentang bulan Maret, komunitas blogging dan ODOP. Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain?

Mengedit Foto Kekinian Dengan Aplikasi VSCO

Mari kembali ngomongin aplikasi handphone. Ada yang nagih nggak ya?

Dulu, saya sempat suka sekali foto dengan kamera Lomography. Tepatnya kebawa trend ya 🤭, tapi saya benar-benar naksir dengan hasil foto dari kamera plastik tersebut. Warnanya jadi nyeni dan pastinya otentik, gak akan ada hasil foto dengan warna yang sama persis.

Ternyata, sekarang membuat efek foto demikian tinggal mijit layar handphone saja. Dengan kamera Lomo, harus hunting dengan cahaya cukup (amannya), cuci film dulu ke tempat cuci film, scan atau cetak fotonya. Itu pun deg-degan ya hasil fotonya jadi atau ngga. Kalau jadi dan bagus, senang bukan main. Kalau gagal dan blank, wah habis waktu dan habis energi. Itulah seni foto analog.

Baca Juga: Seru, Menggunakan Aplikasi Remini Untuk Reparasi Foto Kabur Jadi Tajam

Sekarang? Gampang banget. Tinggal jepret pake kamera digital atau smartphone. Pasti jadi, ada preview di layar dan hasil foto bisa diutak-atik.

Aplikasi edit foto pun sekarang buanyak banget. Sayangnya, mereka suka baku dengan hasilnya, alias nggak bisa diatur lagi atau di customize. Sementara, beberapa aplikasi foto lain, bisa. Malah opsi pengaturannya cukup banyak, mewadahi keinginan meramu foto bagi para pecinta fotografi dengan sangat baik.

Salah satunya aplikasi VSCO. Fiturnya banyak dan bahkan ramuan edit fotonya bisa disimpan. Saya keasyikan sendiri karena filter atau setting-an warna edit fotonya bagus-bagus dan terlihat keren. Saking kerennya, selebgram banyak yang pakai untuk feed-nya. Apa itu VSCO?

VSCO, formerly known as VSCO Cam, is a photography mobile app for iOS and Android devices. The app was created by Joel Flory and Greg Lutze. The VSCO app allows users to capture photos in the app and edit them, using preset filters and editing tools.

Wikipedia

Cara menggunakan aplikasi yang ditemukan tahun 2011 ini cukup mudah. Tentunya kita harus install dulu aplikasinya di Playstore atau App Store. Lalu:

1. Siapkan foto yang ingin diedit, apakah ingin jepret langsung (tinggal klik ikon kamera dan ambil foto) atau kalau sudah ada di gallery (klik ikon + di sisi kanan layar). Aplikasi ini juga bisa memilih beberapa foto sekaligus untuk diimpor masuk.

2. Setelah foto masuk dalam VSCO, klik ikon dua garis bertitik di ujung bawah kanan layar. Saat ini foto sudah masuk ke dalam zona edit foto.

3. Lihatlah pilihan ikon-ikon di bagian bawah. Di halaman dengan ikon frame foto, kita bisa memilih halaman preset dimana kita bisa langsung pilih filter jadi. Sementara di halaman dengan ikon dua garis, kita bisa mengatur detil lebih dalam lagi pewarnaan fotonya (cahaya, kontras, grain, pudar, dan lain-lain)

4. Ingin menyimpan pengaturan edit foto? Setelah mengedit foto, tinggal klik ikon panah melingkar lalu klik ikon panah

sumber: pinterest

Untuk filter fotonya sendiri tersedia dari berbagai pilihan, diantaranya yaitu:

– Efek analog (A4, A5, A6),

– Efek BW yang terdiri dari B1 (black and white classic) dan B5 (black and white moody),

– C1 Chromatic,

– F2 Mellow,

– G3 Portraits,

– HB yang terdiri dari HB1 Hypebeast dan HB2 Hypebeast,

– M3 Mood,

– M5 Fade,

– P5 Instant,

– T1 Moody,

– X1 BW Fade,

– Dan masih banyak lagi.

VSCO bahkan sekarang bisa membuat montase foto bergerak dan mengedit warna video, namun fitur edit video harus membeli versi berbayar.

Preset foto berbagai nuansa atau tone bertebaran di Pinterest. Bahkan saya punya board khusus untuk preset VSCO. Sangat mudah karena tinggal meniru resep edit fotonya. Tipsnya, kita harus jeli melihat warna yang dominan dalam foto kita lalu edit sesuai dengan preset yang mendukung warna ini. Jika tidak, dikhawatirkan hasil tidak maksimal.

Nah, seru nggak? Sekarang foto kita nggak kalah keren sama selebgram deh. Sudah pernah coba aplikasi ini?

Referensi: https://review.bukalapak.com/techno/review-cara-menggunakan-aplikasi-vsco-ala-selebgram-40021

Sederhana Tapi Fun, Memasak Bakwan Sayur Bersama Anak 3 Tahun

Kali-kali mau nulis soal resep masakan deh, jarang-jarang kan. Dulu pernah saya menulis soal resep masakan, tahun pertama ngeblog di Sunglow Mama. Sekarang saya mau nulis soal memasak bakwan atau istilah kerennya dalam bahasa Inggris: Vegetable Patty.

Loh kok malah bakwan? Nggak yang kerenan dikit atau yang rumit dikit gitu?

Jadi, waktu anak saya setahunan, saya suka cari referensi kegiatan anak bayi/balita bersama Ibu di internet. Di blog orang bule banyak yang menulis kegiatan yang baik itu baking kue, atau membuat kue/biskuit. Mereka menugaskan anak mencetak dengan cetakan kue atau menambahkan topping di atas kuenya. Ada juga yang membuat pizza bersama, anak ditugaskan menaruh topping. Wah, kalau lihat itu pengen banget deh bisa berkegiatan seperti itu sama anak saya.

Baca Juga: 5 Kegiatan Anak 2-3 Tahun Yang Minim Persiapan

Sementara saya nggak bisa suka baking, makanya saya bingung mau masak apa sama anak saya. Nggak semua kegiatan memasak bisa ditugaskan ke batita. Kalau sebelumnya saya suka menugaskan anak saya yang masih 3 tahun mengaduk adonan air dan tepung, kalau buat tempe goreng tepung atau bakwan. Lalu, saya dapat ide lagi, kenapa nggak sekalian aja anak saya yang mencampurkan isi bakwan ke dalam adonan?

Anak saya ini termasuk pemilih dalam hal makanan. Dari semua makanan termasuk permen dan es krim, nggak mau. Sementara saya pernah baca dari caption instagram seorang artis lokal bahwa anak yang pemilih makanan harus diikutsertakan kalau mau masak, biar ia jadi mau coba makan. Wah, sekalian aja biar bikin dia mau mencoba. Itu aja dulu, mau mencoba, dihabiskan atau nggaknya belakangan deh (biasanya mamanya ya masuk tim ngabisin makanan anak).

Baca Juga: Ayam Matah Si Penyelamat

Begitu saya tawarkan ide ini ke anak saya, dia langsung bersemangat. Padahal nasi belum matang, dia langsung menagih minta mau masak bersama. Jadilah emaknya langsung cus potong-potong bahan sayur dan buatkan adonan tepung. Habis itu, lanjut ke tugas si kecil.

Sebelumnya maaf ya, saya nggak menulis takarannya karena semuanya saya kira-kira. Saya membuat agak banyak karena sekalian buat lauk besoknya. Plus, hemat energi jadi nggak perlu buat lagi besok, siap goreng setelah disimpan di kulkas.

Bahan-Bahan:

  • Kol dipotong-potong
  • Wortel diparut secukupnya
  • Tauge secukupnya
  • Daun bawang dipotong-potong
  • Tepung Terigu
  • Garam
  • Merica

Cara Membuat:

  1. Potong-potong semua bahan sayur
  2. Siapkan tepung terigu dalam wadah
  3. Tambahkan garam dan merica
  4. Campurkan dengan air dingin
  5. Campurkan dengan bahan-bahan sayur yang telah dipotong-potong
  6. Goreng dalam minyak panas
  7. Angkat ketika sudah berwarna kecoklatan

Tips: tuangkan tipis di atas penggorengan agar lebih crispy. Jika ingin lebih sederhana, bisa ganti sayur dengan jagung (bakwan/perkedel jagung)

Saat memasak, seperti biasa anak saya sudah bisa mengaduk adonan tepung terigu. Lalu ketika saya sediakan potongan-potongan sayur, dia dengan sigap menaruh ke dalam adonan tepung. Nyaris semua dimasukkan tanpa sisa kalau saya nggak ngerem. Lalu ia mengaduknya dengan lancar.

Lalu, adonan saya goreng, saya hidangkan ke piringnya bersama nasi dan lauk utama lain. Dia terlihat senang dan…. mau makan! Walau cuma beberapa suap, karena sepertinya tauge yang gosong tergoreng terasa pahit di mulutnya.

Melakukan kegiatan ini mengingatkan saya bahwa anak cuma butuh hal-hal sederhana untuk happy. Ia pastinya senang merasa dilibatkan dalam aktivitas ibunya yang suka menyiapkan masakan sendiri di dapur. Nggak perlu yang wah atau mahal, cukup masak bakwan goreng aja sudah senang.

Kira-kira masakan apa lagi ya yang bisa dimasak bersama batita?