SunGlow Review: Promina Puffs

promina1

Sebagai mami yang doyan icip-icip (ngemil), untuk milih makanan anak saya juga pengen coba hal baru. Saya suka iseng cari produk baru yang cocok untuk Samuel, terutama untuk melatih gigitan giginya. Daripada maminya ngemil sendirian, saya pengennya Samuel juga ikut ngemil. Kadang bingung nih sama opsi cemilan bayi yang rata-rata berupa biskuit. Nah, salah satu produk yang saya pilih untuk si bayi adalah merk Promina.

Promina punya produk lain selain bubur, seperti snack misalnya. Serunya lagi, selain snack biskuit Promina punya produk baru berupa finger snack beras untuk usia bayi 8 bulan ke atas. Pas banget deh, saya soalnya selalu kepengen Samuel coba makan sendiri.

Saya cobain Promina Puffs ke Samuel. Promina Puffs punya 2 rasa yang katanya paling disuka bayi, rasa pisang dan blueberry (kebeneran saya juga suka sama dua rasa ini, walau nggak ngaruh sih yang cobain kan anaknya ya).

promina2

Nyatanya anak ini doyan banget sama Promina Puffs. Dia suka pegang snacknya yang bentuknya seperti bunga kecil. Bahkan kalau disuapin mulutnya sudah terbuka lebar, haha. Kalau ia dikasih, ia akan rogoh tangan ke dalam kemasan dan rasain teksturnya aja lalu diperhatiin (masiiih seperti ini). Maklum Samuel masih senang disuapin, padahal ditangannya udah ada makanannya tapi tetep maunya dari tangan si ibu.

Begitu dicoba, snack ini gampang lumer dan nggak terlalu manis namun pas. Promina Puffs memang mengandung gula tapi hanya satu gram. Rasa buahnya juga terasa alami dan nggak berlebihan. Komposisi lainnya tentunya adalah beras yang dominan, pati gandum dan pilihan buah asli.

Yang saya juga suka dengan cemilan ini adalah kemasannya yang punya seal (penutup) praktis. Setelah dibuka, produk bisa ditutup lagi dengan rapat. Kemungkinan sih cemilan ini bisa dua kali makan ya, jadi kalau mau ditutup nggak perlu repot cari toples atau wadah tertutup. Gampang juga kalau mau dibawa-bawa, ringan dan nggak berat (beratnya cuma 15 gram).

promina3

Mau info lebih lengkap, cek sosmednya:

Facebook: Bayi Sehat Promina

Instagram: @bayisehatpromina

www.promina.co.id

Advertisements

Sunglow Review: Snack Bar Soyjoy Almond and Chocolate

1491834343209

Siapa yang nggak suka nyemil? Apalagi setelah saya menyusui, rasanya gampang lapar. Cuma saya juga harus pilih-pilih cemilan karena akan berpengaruh ke kesehatan dan ASI. Ada kalanya kalau mau nyemil gorengan atau yang manis-manis, ada rasa eneg atau merasa bersalah karena berlemak. Pengennya bisa nyemil mengenyangkan dan sehat juga.

Kebeneran nih dapet kesempatan mencoba produk Soyjoy dari Yukcoba.In (horee), Snack Bar Soyjoy Almond and Chocolate. Produk Soyjoy terkenal dengan kandungan tepung kedelai dan snack sehatnya. Katanya sih aman dikonsumsi untuk Ibu hamil dan menyusui (wah ini nilai plus banget).

Jujur, dulu saya pernah coba produk snack bar Soyjoy yang versi buah. Mungkin 5 tahunan lalu, waktu kesadaran makan sehat belum ada. Saya nggak suka rasanya waktu itu, walau saya akui berbeda dan sehat. Berhubung yang ini ada coklatnya jadi saya mau coba.

Warna silver dan coklat gelap di kemasannya cukup bikin kita ngerti secara visual bahwa isinya coklat dan premium. Saya suka sih desain packaging-nya (jadi inget kuliah dulu, maap OOT dulu saya belajar desain). Nggak cuma bisa beli satuan, ada juga yang kemasan isi 8 buah. Di kemasan tertera jelas komposisinya, rasa dan juga cara memanaskannya dengan microwave (wow asik nih bisa dimakan hangat-hangat).

Waktu dicoba, rasanya manis, padat dan renyah. Ada kacang almond-nya, juga tentunya rasa coklat. Tapi mungkin karena dicampur tepung kedelai, jadi nggak berlebihan rasa manisnya, tapi juga nggak kurang feel coklatnya. Rasa tepung kedelai juga nyaris tak terasa karena tertutup coklat. Snack ini cukup bikin kenyang, walau kayanya snack bar ini ukurannya sedikit lebih kecil dari produk Soyjoy yang dulu saya coba.

Cukup recommended untuk cemilan, khususnya kalau buibu mikirin kesehatan. Senengnya sih, tahu bahwa produk Soyjoy ini baik juga buat ibu menyusui dan hamil yang suka serba salah nyemil. Cuma saya baca FAQ-nya bahwa harus diperhatikan kalau kita alergi bahan tertentu.

Kalau ditanya apa mau beli lagi, saya nggak keberatan. Karena dibanding snack coklat yang kandungan gulanya banyak, lebih sehat dan bisa juga lebih mengenyangkan dari snack coklat yang lain. Udah umur segini konsumsi gula kebanyakan nggak bagus juga, Buibu, hehehe. Mari hidup sehat.

Review produk ini juga ada di Yukcoba.in

Buku Rekomendasi: The Help – Kathryn Stockett

Image: https://goo.gl/images/FuoHIC

Minggu baru juga bulan baru, topik baru. Kali ini tantangan 15 hari menulis minta saya rekomendasikan buku. 

Saya hampir pilih Honeymoon With My Brother yang tentang pria ditinggal nikah lalu putuskan honeymoon dengan abangnya lalu malah menemukan pencerahan. Tapi buku itu lebih pas untuk yang jomblo. Nggak apa-apa, kalau kebetulan kamu yang baca tulisan ini jomblo, saya rekomendasikan juga novel itu kok.

Saya pilih untuk direkomendasikan ke ibu-ibu adalah novel The Help, oleh Kathryn Stockett. Mungkin banyak yang tahu kalau novel ini sudah difilmkan tahun 2011. Olivia Spencer menang Oscar untuk peran pendukung wanita terbaik karenanya. Selain itu, Emma Stone dan sederet aktris terkenal juga ikut main.

Cerita The Help adalah tentang asisten rumah tangga berkulit hitam, Aibileen dan Minny yang didiskriminasi oleh majikan berkulit putih yang marak di tahun ’60an di Amerika. Kisah mereka lalu ditulis oleh teman majikan-majikan sendiri yang berkulit putih, Eugenia ‘Skeeter’. Nggak gampang buat Eugenia bujuk mereka awalnya karena mereka takut keselamatan mereka terancam.

Perlakuan tak adil pada ART ini bikin miris karena Aibeleen, Minny dan ART lain bekerja merawat anak dan rumah majikan mereka dengan hati dan juga rajin. Yang buat makin miris, ketika mereka dipecat karena hal sepele atau kecurigaan berlebihan adalah perpisahan ART ini dengan anak-anak majikan mereka yang sudah terikat dengan mereka.

Ini juga dialami Eugenia ketika kecil, berpisah dengan pengasuhnya yang berkulit hitam yang ia sangat sayangi. Eugenia ingin masyarakat lebih menghargai para ‘The Help’ ini. Ia juga baru lulus kuliah jurnalistik dan ingin membuktikan diri. Apalagi diantara teman-temannya, cuma dia yang belum menikah.

Kutipan terkenal dari film ini adalah ucapan motivasi dari Aibeleen ke anak yang ia asuh ketika anak itu merasa down:

Sumber: Pinterest

Ada juga ART yang sangat disayang dan diperlakukan baik seperti Minny yang majikan barunya punya pribadi hangat. Majikan Minny diasingkan ibu-ibu sekitar karena suaminya adalah mantan kekasih Ibu yang cukup berkuasa di sana. 
Sebenarnya permasalahan utama cerita novel ini adalah diskriminasi ras. Tapi yang juga disorot adalah ironi ibu rumah tangga yang memperlakukan sewenang-wenang pembantu yang membantu merawat anak mereka dengan kasih sayang. 

Meski Ibu adalah orangtua yang berhak merawat anak termasuk caranya, banyak yang pada kenyataannya terlalu menggantungkan pekerjaannya pada ART lalu memperlakukan mereka semena-mena. Akhirnya mereka juga tidak punya ikatan emosional yang sama dengan anak mereka sendiri dibanding anak mereka dengan si ART. Ibu bisa lupa memberi motivasi pada anak dan justru mengecilkan diri anak tersebut. Si anak justru dapat encouragement atau motivasi dari orang lain, di cerita novel ini, orang yang dibayar untuk mengasuh mereka. Lebih menyakitkan bagi anak ketika lalu si pengasuh diberhentikan.

Ceritanya cukup bikin emosional dan menginspirasi. Intinya agar ikuti kata hati jika ada yang tidak wajar di mata kita, termasuk perlakuan tidak adil orang kepada kita. Tidak ada yang berbeda di antara sesama manusia, tidak perlu ada yang merasa lebih tinggi dan lebih rendah. 

Disini di kacamata anak yang polos, warna kulit dan ras tidak masalah selama ia disayang dan diperlakukan tulus. 

Kalau menurut saya sih bagusan versi buku karena lebih detil. Versi film ada yang sedikit dibumbui. Standard-nya memang buku selalu lebih bagus karena kita punya imajinasi sendiri. Buat ibu-ibu yang senang buku sarat emosi dan punya nilai inspirasi, bisa coba baca buku ini.

Udah ada yang pernah baca novel ini atau nonton filmnya juga?

Sunglow Review: Nay’s Baby Soes

nay's baby soes.jpg

Welkam to review produk pertama di Sunglow Mama 🙂 awalnya ada produk lain yang mau di-review duluan tapi mau celup-celup jari di produk makanan bayi dulu.

Samuel sudah 10 bulan dan seharusnya udah bisa makan yang lebih solid dari bubur halus. Saya kepingin Samuel udah bisa makan yang agak keras sekalian dia juga ada cemilan buat iseng-iseng kalau sore atau sebelum makan berat.

Intip-intip di beberapa online shop, ada produk cemilan soes kering khusus bayi yang namanya Nay’s Baby Soes, produk keluaran Nay’s Cookies & Soes van Malang. Keterangan di toplesnya:

“We use only the finest ingredients in this product, giving your baby a joyful snacking experience!”

Ada beberapa varian yang saya temukan di toko online, seperti rasa original, ikan salmon dan yang saya pesan, rasa keju. Menurut packaging-nya, komposisinya hanya telur, tepung, margarine, keju, dan air. Tanpa MSG. Sayangnya, tidak ada keterangan persis berapa takarannya di tiap bahan.

Bentuknya mungil-mungil seperti bentuk jari bayi. Tapi kalau di keterangan toplesnya disebut caterpillar-shaped (berbentuk ulat). Mungkin itu yang bikin jadi enak dipegang (oleh Samuel). Rasanya juga nggak tawar banget dan nggak keasinan, rasa kejunya terasa tapi tak berlebihan (ibunya tester sambil kasih unjuk ke bayi hihi).

Sedikit cerita soal perdana kasih ini ke Samuel: Pertama saya kasih dia cuma pegang-pegang aja. Harapan besar saya ia mau masukkan sendiri ke mulut, tapi belum. Ia malah menganalisa bentuk dan tekstur si soes secara seksama. Saya mesti sabarrr nungguin, tapi ujungnya dibuang 😂😅 💢

Saya coba masukkan ke mulutnya tapi ia malah merasa aneh sekali. Ya ini saya anggap masih ‘perkenalan’. Tapi berhubung ngeri soes-nya dibuang aja, saya nggak kasih dulu. Lain waktu dipegang suami, ia bisa juga makan soes-nya. Sekarang ia doyan makan, walau belum bisa ambil dan makan sendiri.

Nay’s Baby Soes saya anggap lumayan sebagai snack bayi, terutama buat bayi belajar pegang dan (lebih bagus lagi) makan sendiri cemilannya. Harganya cukup sepadan dengan banyaknya isi soes (60 gram) dalam toples (Saya beli seharga Rp 30.000). Ini bisa jadi alternatif ibu-ibu buat cemilan si kecil selain biskuit bayi yang beredar di pasaran.

Mungkin karena packaging-nya berbahasa Inggris bisa sedikit membingungkan ibu-ibu yang nggak paham bahasanya. Tapi bisa jadi targetnya ke ibu-ibu kelas menengah ke atas yang harusnya bisa paham.

****

Nay’s Baby Soes dijual juga di Lazada